Gambar tema oleh MichaelJay. Diberdayakan oleh Blogger.

12.02.2014

V-Model

V-Model

        Model ini merupakan perluasan dari model waterfall. Disebut sebagai perluasan karena tahap-tahapnya mirip dengan yang terdapat dalam model waterfall. Jika dalam model waterfall proses dijalankan secara linear, maka dalam model V proses dilakukan bercabang. Dalam model V ini digambarkan hubungan antara tahap pengembangan software dengan tahap pengujiannya.


Berikut penjelasan masing-masing tahap beserta tahap pengujiannya:
1. Requirement Analysis & Acceptance Testing
         Tahap Requirement Analysis sama seperti yang terdapat dalam model waterfall. Keluaran dari tahap ini adalah dokumentasi kebutuhan pengguna.
Acceptance Testing merupakan tahap yang akan mengkaji apakah dokumentasi yang dihasilkan tersebut dapat diterima oleh para pengguna atau tidak.

2. System Design & System Testing
       Dalam tahap ini analis sistem mulai merancang sistem dengan mengacu pada dokumentasi kebutuhan pengguna yang sudah dibuat pada tahap sebelumnya. Keluaran dari tahap ini adalah spesifikasi software yang meliputi organisasi sistem secara umum, struktur data, dan yang lain. Selain itu tahap ini juga menghasilkan contoh tampilan window dan juga dokumentasi teknik yang lain seperti Entity Diagram dan Data Dictionary.

3. Architecture Design & Integration Testing
        Sering juga disebut High Level Design. Dasar dari pemilihan arsitektur yang akan digunakan berdasar kepada beberapa hal seperti: pemakaian kembali tiap modul, ketergantungan tabel dalam basis data, hubungan antar interface, detail teknologi yang dipakai.

4.      Module Design & Unit Testing
         Sering juga disebut sebagai Low Level Design. Perancangan dipecah menjadi modul-modul yang lebih kecil. Setiap modul tersebut diberi penjelasan yang cukup untuk memudahkan programmer melakukan coding. Tahap ini menghasilkan spesifikasi program seperti: fungsi dan logika tiap modul, pesan kesalahan, proses input-output untuk tiap modul, dan lain-lain.
5.      Coding
          Dalam tahap ini dilakukan pemrograman terhadap setiap modul yang sudah dibentuk.

V Model memiliki beberapa kelebihan. Kelebihan-kelebihan tersebut secara garis besar dapat dijelaskan seperti berikut:

·  V Model sangat fleksibel. V Model mendukung project tailoring dan penambahan dan pengurangan 
  method dan tool secara dinamik. Akibatnya sangat mudah untuk melakukan tailoring pada V Model agar 
  sesuai dengan suatu proyek tertentu dan sangat mudah untuk menambahkan method dan tool baru atau 
  menghilangkan method dan tool yang dianggap sudah obsolete.
· V Model dikembangkan dan di-maintain oleh publik. User dari V Model berpartisipasi dalam change 
   control board yang memproses semua change request terhadap V Model.

V Model juga memiliki beberapa kekurangan. Kekurangan-kekurangan tersebut yaitu:
·      V Model adalah model yang project oriented sehingga hanya bisa digunakan sekali dalam suatu proyek.
·      V Model terlalu fleksibel dalam arti ada beberapa activity dalam V Model yang digambarkan terlalu 
     abstrak sehingga tidak bisa diketahui dengan jelas apa yang termasuk dalam activity tersebut dan apa 
     yang tidak.

Tidak ada komentar:
Write komentar